Minnggu pagi, jam 6 kurang seusai sholat subuh, telphon genggam ku yang sudah tua itu berbunyi nyaring. Kabar itu terdengar, Mbah Putri ku yng tinggal satu-satunya Meninggal dunia...
Mbah Putriku tergolong orang yang spesial. Dia sering kali membuat ku menangis kala doanya untukku terdengar lewat jaringan telephon. pernah suatu kali aku menangis di kantor. padahal aku baru bekerja 1 bulan-an lebih dikit. air mataku memang susah di kontrol. Apalagi kalau do'a Mbah Putri ku itu disertai getar suaranya yang ehm...
Selain Do'anya yang sering membuatku terharu, Mbah Putriku termasuk salah satu penyumbang sifat ku yang paling menonjol. CEREWET!!!! hahaha...
Ya, Mbah Putriku yang baik itu terkenal sangat cerewet di mata cucu-cucunya, termasuk aku. dan salah satu tetesan sifatnya menetes di darahku...
Sekarang, Mbah dah meninggal, Mbah sudah selangkah di depan menuju alam kubur. menunggu ku Untuk bergabung dengannya. mungin dalam waktu dekat, namun juga mungkin masih lama. Soal kapa aku bergabung, hanya Tuhan yang tahu jadualnya, aku sih Ikut aja deh... haha...
Mbah meninggalkan Buanyak cucu, dan beberapa cicit. Sayangnya Mbah Putriku tak bisa menimang cicit dari Ku... hehe..
Tapi untungnya Mbah Putriku sempat menyaksikan aku nenikah dengan Lelaki pilihanku.. Lumayan lah da foto bareng terakhir... heueheu...
Sampai jumpa lagi ya...
Va sayang Mbah...
Muah..muah...
0 komentar:
Post a Comment