Thursday, March 15, 2012

ED-an: Tanpa Kata

ED-an: Tanpa Kata

Read More......

Tanpa Kata

Pagi ini (15/02/2012), terlihatlah pemandanan yang membuat ku tercekat, terdiam cukup lama, lalu meringis sakit... sesudahnya, aku menghela nafas dalam... huffffff

Ya... Aku menghela nafas dalam dengan penuh syukur dalam hati. bersyukur bahwa aku hidup degan penuh nikmat, dengan penuh tawa, penuh rizky, lebih dari yang kulihat pagi ini.
di sana, tepat di depan mataku yang buram ini, terlihat sepasang "sejoli" duduk diatas kasur palembang biru, dibawah tenda plastik tambalan dengan dua cucunya. Mungkin anak yang lebih besar belum genap 6 tahun, dan satunya yang laki-laki sekitar 2 tahun lebih sedikit.
sampai sana mungkin ini adalah pemandangan biasa di kota metropolitan Jakarta ini. namun, pemandangan itu ditambah dengan adengan duduk mengerubungi sebungkus nasi yang diletakkan di kasur palembang biru itu. Satu bungkus nasi...
Satu bungkus Nasi itu mereka makan berempat...
Tak lama, anak lelaki kecil itu menangis, entah kenapa. tebakan ku, sepertinya ia masih mau makan... ugh... lalu sang nenek memberinya wadah plastik berwarna kuning, ia pindahkan nasi yang mungkin juga beserta lauknya itu dari kertas nasi ke wadah itu. anak lelaki itu pun sennag, serta merta membawa wadah kuning itu kedepan tenda, memakannya sendiri.
Aku harus berbahagia, juga bersyukur. penuh syukur atas apa yang telah aku dapat hingga saat ini. siapa aku jika dibandingkan dengan mereka? Aku lebih beruntung.
untuk itu, ku tulis pemandangan pagi ini penuh syukur. Dengan penuh harap tulisan ini akan menjadi pengingatku saat merasa terpuruk kelak. Pengingat bahwa tak seharusnya aku mengeluh karena hal kecil. Karena nyatanya, aku bahagia. Aku harus berbahagia atas yang telah Tuhan beri untuk ku. Atas semua yang telah terjadi padaku.
Terimakasih Tuhan, atas tidur nyenyakku malam tadi, karena aku tak harus khawatir terkena cipratan air hujan ataupun kedinginan. Terimakasih telah memberiku rizky yang begitu mudah dan berlimpah, dengan aku tal harus memunguti plastik bekas setiap harinya. terimakasih dengan telah memberiku makanan yang sangat-sangat lezat, hingga aku tak harus menangis karena masih lapar..
Trrimakasih Tuhan, kau begitu baik...

Read More......

Thursday, April 7, 2011

Gila!

Gila!!!
Rasanya aku ingin keluar dari sarang ini!!!

Aku menggila!!!
Tak ada yang aku mengerti...

Semua Gila!!!
Ups... Akulah yang Gila

Read More......

Wednesday, April 6, 2011

Coba-coba

Semua serba coba-coba sejak kemarin (5/04'11)...

Pertama, Va oleh keadaan (dah ngebut dengan kekuatan bulan tetep aja tuh Kreta Ekspres Cisadane ninggalin dengan gagahnya) terpaksa naik Kreta Ekspres Benteng tujuan Tangerang-Jakarta Kota. Tarik napas panjang… dan bilang dalam hati, "G papa deh, cobain aja sesekali. Pengalaman pertama pasti berkesan J"

Turun di Kampung Bandan, Va jalan bak anak pramuka lagi jelajah kota. Capek deh rasanya… L naik turun tangga bus way yang melikuk-likuk kayak uler, akhirnya Va Naik juga Bus Trans Jakarta tujuan PGC-Ancol . lha kok pas banget kali ini tuh bus jalannya kayak angkot cari penumpang… Pelan coi… :'( Setelah sekian lama, akhirnya sampai juga di halte Rivolli, jalan naik turun tangga lagi, trus naek angkot ke kantor… Dengan perjalanan pertama naik kreta Benteng, sampailah Va di kantor jam 08.11 WIB. Untung dah pake flexy time… tinggal pulang jam 17.11, terhindarlah dari potongan gaji… hohoho…

Pengalaman pertama naik Kreta Benteng emang berkesan, tapi dalam hati berkata "smoga g ktinggalan Kreta Cisadane lagi deh.. J"

Hari ini (6/04'11), lagi-lagi Va ditinggal Kreta Cisadane.. L

Naik Kreta benteng lagi deh… Akal berkata pada hati "ayo gembira.. gembira.. positif tinking… bisa duduk.."

Kali ini Va coba turun di Stasiun Duri, dengan niat mo nyambung naek kreta ke Tanah Abang, biar kaki Va yang dah sexy ini g makin menonjol benjolannya…J hampir ½ jam duduk manis di kreta, sampailah di Stasiun Duri. Turun, clingukan nyari info kiri-kanan dimanakah kreta ke Tanah Abang berada??? Lagi sibuk clingukan, da pengumuman deh yang intinya Kreta ke Tanah Abang-nya agak telah. Huf…. Menunggu…

Kreta ekonomi itu akhirnya datang juga. G kayak kreta "dalam kota" yang biasa, ni kreta mirip kreta antar kota, pintunya ada di ujung-ujung gerbong, kursinya adep-adepan…

Sampe di Tanah Abang jam 07.45 WIB… Huff… Semangat!!! Naik turun tangga keluar Stasiun, Cari Bis 916, teriak dalam hati "G ada?!?!?!" ahkirnya jalan sampe kolong Flyover, cari bis arah ke senen. G ada juga?!?! Naik ojek deh…. (ternyata tuh ojek adalah ojek yang sama yang Va naikin hari Senin kemarin, jadi g perlu tawar-menawar ato jelasin tujuan deh..)

Sampe kantor jam 08.08 WIB…

G beda jauh ma turun di Kampung Bandan waktu nyampenya, yang beda jauh adalah ongkosnya… hikhik…

Pengalaman pertama emang mengesankan. Slasu saja jadi cerita tersendiri…

Apapun tetep Semangat!!! J


 


 


 


 

Read More......

Wednesday, March 30, 2011

JARI Nanda...

Lagu untuk Nanda Kelana...
anak Ibu sayang...
1... 2... 3... mulai...

Nanda punya sepuluh jari...
lima yang kanan
lima yang kiri
setiap jari punya nama sendiri...

yang paling pendek paling gemuk...
yang ini namanya jari jempol...

tetangngganya jari telunjuk..
ini itu ditunjuk pake telunjuk...

yang ketiga jari tengah...
jari tengah paling tinggi paling gagah..

sampingnya ada jari manis..
jari manis buat cincin yang manis...

yang paling ujung paling langsing..
itu namanya jari kelingking...

coba mana jari Nanda...
lihat... lihat mana jari Nanda...

jempol teliunjuk jari tengah...
jari manis dan kelingking...

Read More......